Mobile Security : Risk, Threat and Prevention

Jumlah pengguna telepon seluler dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami peningkatan yang cukup drastis. Tidak hanya feature phone saja yang mengalami peningkatan dalam jumlah pemakai, smartphone yang sejatinya merupakan kategori high-end mobile phone pun sekarang telah banyak yang memakainya, hal ini tidak terlepas dari semakin terjangkaunya harga berbagai jenis handphone tersebut. Dan tanpa disadari hal ini membuat para hacker mulai merubah orientasi mereka dari yang sebelumnya lebih menyukai untuk ‘menjahili’ sistem komputer sekarang mulai mencoba untuk melakukan hal yang sama dengan handphone dan tentu saja para penggunanya.

Kasus terbaru tentang hacking pada mobile phone terjadi di Hollywood sana dimana beberapa data pribadi (dalam kasus ini foto-foto pribadi) yang berada pada handphone mereka telah secara illegal diambil alih oleh orang asing dan disebarluaskan di internet tanpa sepengetahuan dari para penggunanya. Sebenarnya bagaimana sebenarnya sebuah handphone ini dapat dihacked dan kemudian data-data yang ada didalamnya diambil alih? Sebuah artikel menarik di Gizmodo (masukkan link artikel) telah menjelaskannya untuk kita.

Sebenarnya belum diketahui secara pasti bagaimana handphone dari para artis terkenal di Hollywood ini dapat dihacked. Akan tetapi Gabriel Landau, salah seorang analis dari Independent Security Evaluators mencoba menjelaskan bagaimana sebuah handphone dapat dihacked dan diambil alih oleh orang lain. Menurutnya ada beberapa cara yang biasa dipakai oleh hacker untuk melakukan aksi tersebut.

Cara yang paling umum dilakukan adalah yang dikenal dengan istilah “malicious link”. Cara ini bekerja apabila pengguna handphone mengklik sebuah link yang terkirim ke email mereka, padahal link ini akan mengarahkan mereka ke sebuah website yang berbahaya karena di website tersebut terdapat banyak sekali trojan dan virus berbahaya yang bisa menginfeksi handphone kapan saja. Parahnya lagi terkadang handphone dan browser tidak menyadari jika mereka telah mengunjungi situs yang berbahaya tersebut. Menurut saya hal ini dapat dicegah apabila kita lebih peduli terhadap email-email apa saja yang terkirim ke kotak masuk kita. Kita harus tahu dengan jelas siapa pengirimnya dan tidak sembarangan mengklik sebuah link yang ada didalam email tanpa tahu dengan jelas akan membawa kemana link tersebut. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan menginstal sebuah antivirus pada handphone kita (untuk sementara hanya smartphone saja yang memilki antivirus). Hal ini untuk mencegah apabila kita tidak sengaja mengunjungi situs-situs berbahaya karena antivirus yang terinstal di handphone akan melindungi handphone kita secara real-time.

Masih  menurut Gabriel Landau, terkadang link-link yang terkirim ke email kita adalah link yang sudah dipendekkan memakai URL Shortener sehingga kita tidak tahu secara pasti kemana link tersebut akan membawa kita. Dalam kasus ini kita harus lebih aware lagi terhadap ancaman yang mungkin muncul dari link pendek tersebut. Parahnya sekarang link-link pendek tersebut telah semakin umum dipakai seiring mulai naiknya popularitas dari jejaring sosial yang mana terkadang user berbagi sebuah link memakai URL Shortener ini. Menurut saya hal yang paling mudah untuk menghindari dari salah klik yang bisa terjadi pada link-link semacam ini adalah dengan menanyakan secara langsung kepada pengirim link tersebut mau keman sebenarnya link tersebut akan membawa kita jika kita mengkliknya.

Hal terakhir yang paling mengerikan menurut Gabriel Landau adalah apabila hacker memakai email teman kita yang telah terinfeksi oleh malware sebelumnya untuk menyerang kita. Secara kasat mata nama yang tercantum sebagai pengirim pada kotak masuk kita adalah nama teman kita atau seseorang dalam kontak kita akan tetapi sebenarnya email ini adalah hasil kerja dari malware tersebut. Di dalam email seperti ini sering sekali terdapat link-link aneh yang terkadang kita tidak familiar dengannya. Menurut saya ada beberapa ciri email seperti ini dapat kita identifikasi dan cegah dari membukanya dari beberapa ciri. Misal saja yang pertama adalah email tersebut terkadang tidak memiliki judul. Yang kedua adalah terkadang email tersebut secara otomatis masuk ke folder spam email kita. Yang ketiga adalah jika terlanjur membuka email tersebut terkadang kita bisa tahu dari isinya bahwa email tersebut bukan berasal dari orang yang kita kenal karena bahasa yang dipakai biasanya berbeda dan tidak jarang hanya berisi link semata. Cara advance yang dapat dilakukan adalah dengan melihat pada header email tersebut dan mengidentifikasi dari mana sebenarnya email tersebut dikirim.

Demikianlah beberapa ancaman yang dapat menyerang kita dan handphone melalui internet dan email. Hal seperti yang terjadi pada artis-artis Hollywood ini sebenarnya bisa kita cegah bila kita lebih aware dengan apa yang ada di internet dan apa saja yang masuk ke handphone kita melalui internet karena di jaman sekarang ini internet tidak hanya memberikan keuntungan tapi juga menyembunyikan ancaman yang bisa menyerang kita sewaktu-waktu. Jadi marilah kita mulai untuk lebih waspada dengan hal-hal semacam ini, karena hal ini ada di sekitar kita dan terus mengintai mencari kelemahan kita dan menyerang begitu ada kesempatan. So keep aware J.

Referensi : http://gizmodo.com/security

 

 

 

Advertisements

Leave Your Comment Here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s