Mau kemana setelah skripsi?

Hari ini ada yang nanya kalau udah lulus mau kerja dimana? hmm pertanyaan yang susah, lebih susah dari pertanyaan UAS Matematika Teknik. Setelah dipikir lagi bener juga, mau kemana gue setelah lulus dari kampus ini? mau nganggur dulu? mau kerja serabutan? atau daftar Trainee kaya yang lain, masih belum jelas masa depan gue. Selama ini mencoba untuk lebih fokus ke skripsi dulu dan mencoba memikirkan masalah pekerjaan itu nanti setelah status pada web administrasi kampus sudah berubah menjadi lulus. Tapi tetep saja pertanyaan itu tadi cukup mengganggu, dan jujur dari dulu gue selalu saja mikir mau kemana setelah lulus kuliah.

Sengaja gue tulis disini agar nanti pas gue udah lulus dan kerja beneran gue bisa baca lagi, dan inget apa yang dulu ada di pikiran gue, saat masih galau-galaunya ngerjain skripsi. Skripsi sudah berjalan hampir 50% walaupun belum tertuang dalam tulisan. Kuliah juga sepertinya bisa lulus, untuk kuliah yang satu ini yang menjadi batu sandungan yang cukup menyakitkan gue bisa lulus aja udah syukur alhamdulillah, kalau nanti dapet A ya itu bonus.

Balik lagi ke masa depan setelah lulus dari kampus. Wisuda tanggal 8 Februari, kalau tidak diundur dan tidak ada gangguan yang bisa mengganggu jadwal tersebut. Seharusnya jika sudah ditetapkan lulus maka seketika itu pula gue bisa langsung apply kerjaan ke perusahaan-perusahaan, urusan ijazah bisa nyusul lah. Baiklah berikut ini beberapa jenis pekerjaan yang sempat terpikirkan atau gue idamkan atau mungkin juga sempat melintas di pikiran sempit gue.

Prioritas pertama setelah lulus sebenernya pengen balik lagi ke kampung halaman, kerja saja disana, ga usah jauh-jauh di ibukota yang sudah sangat sumpek ini, sambil nemenin ibu dirumah. Akan tetapi tantangannya adalah mau kerja apa di kampung? gue kuliah jurusan IT, di kampung gak ada perusahaan IT, mau usaha sendiri? butuh modah yang cukup tinggi, kalaupun ada modalnya mau usaha apa? masih belum terpikirkan. Yang paling rasional jika ingin kerja di kampung halaman adalah dengan mendaftar jadi PNS. Tapi sejujurnya gue gak terlalu suka jenis pekerjaan ini. Stigma masyarakat tentang para PNS yang buruk masih terbayang di otak gue, dan gue masih belum ada niat untuk merubah stigma tersebut, walaupun mungkin PNS masih menjadi pekerjaan favorit bagi para calon mertua di kampung sana tapi tetap saja gue belum tergoda.

Masuk ke pilihan kedua kalau begitu. Kerja di jakarta. Yup, mau tidak mau dan suka tidak suka. Indonesia masih jakarta sentris dimana hampir semua roda perekonomian dijalankan dari sini, dan jakarta selalu digambarkan sebagai sebuah tolok ukur kesuksesan seseorang. Jika kerja di jakarta ini kemudian ada pilihan lagi, mau domisili di jakarta ataukah di luar, di sekitar jakarta, dipinggiran seperti depok seperti sekarang ini. Seperti kata orang bijak masing-masing ada kelebihan dan kekurangannnya sendiri-sendiri, tapi jika bisa memilih gue lebih suka jika domisili di jakarta saja, kalau bisa ya yang deket sama kantor. Gak kebayang sama sekali jika setiap hari harus bolak balik jakarta-depok naik KRL dengan tingkat kepadatan seperti sekarang ini pas jam berangkat dan pulang kerja, untuk sekedar garuk punggung yang gatel saja tidak bisa karena kondisi yang begitu padat. Belum lagi waktu yang terbuang dijalan, yang harusnya bisa gue manfaatin untuk tidur lebih atau bersantai,

Pilihan ketiga adalah kerja serabutan atau bahasa kerennya freelance. Ini merupakan jenis pekerjaan yang sangat menyenangkan karena tidak terikat jam kerja, tempat kerja, tanggal gajian, seragam kerja, dan berbagai hal yang membosankan lainnya. Tapi kemampuan gue sepertinya belum terlalu memadai jika harus freelance, mereka yang freelance di dunia IT biasanya adalah programmer, graphic designer, dan semacamnya lah yang kerja di industri kreatif. Kemampuan koding gue masih copy paste, dan itupun cuma koding web, bahasa lain belum terlalu lancar. Pilihan freelance ini mungkin kemudian bisa dipakai sebagai sambilan jika gue udah dapet kerjaan utama atau malah sambil nunggu dapet kerjaan yang pasti, gue bisa freelance dulu, bikin-bikin web bisa lah.

Pilihan keempat adalah kuliah lagi dengan jalur beasiswa penuh. Sebenernya udah bosen sih sama kuliah, pengen kerja dulu, ngerasain suasana kerja, manfaatin ilmu yang didapet di bangku kuliah katanya. Kuliah S2 ini bakal gue ambil jika dan hanya jika dapet beasiswa penuh dan di luar negeri. Sekalian jalan-jalan dan lihat kebudayaan diluar sana mungkin akan membuat minat kuliah gue meningkat lagi.

Pilihan kelima dan mungkin yang terakhir adalah daftar PNS di Jakarta. Ah ini paling menyebalkan sebenarnya, kalau harus jadi PNS minimal itu di kampung halaman, setidaknya gue bisa berbuat sesuatu buat kampung gue, bukannya disini di metropolitan. Ya kalaupun terpaksa juga ke pilihan ini setidaknya gue nanti bakal daftar ke Kementrian yang ada hubungan sama IT lah biar ga terlalu gabut nanti kerjanya atau cuma korupsi doang disana.

Kata pak ustad manusia hanya bisa merencakan dan Allah lah yang menentukan semua hasil akhirnya, gue selalu berdoa dan meminta yang terbaik sama Allah, Dia tau apa yang paling gue butuhin. Jadi mari ditunggu dalam dua bulan kedepan mau masuk ke pilihan mana masa depan gue akan berjalan, ataukah malah akan ada alur cerita yang mengejutkan sehingga tidak ada dalam pilihan diatas, hmmm mari kita lihat saja nanti tanggal mainnya.

Advertisements

Leave Your Comment Here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s