Cita-cita

“Kerja dimana ?” “Berapa gajinya ?” kurang lebih itulah dua pertanyaan yang sering diajukan pada lulusan baru saat mereka telah diterima kerja disuatu perusahaan atau saat mereka sedang dalam proses mencari pekerjaan. Pertanyaan yang sangat membosankan dan menyebalkan menurutku. Mereka seolah mengecilkan makna dari bekerja itu sendiri menjadi hanya pada lingkup gaji dan prestise. Menurutku sendiri, bekerja adalah sebuah proses dimana kita dapat mengaplikasikan ilmu yang telah kita dapatkan atau bisa juga melakukan hal yang kita sukai untuk kemudian memberikan kontribusi maksimal. Selain itu bekerja juga bisa dipakai sebagai sebuah jembatan untuk mewujudkan cita-cita, ya cita-cita, kata yang sudah mulai jarang kudengar beberapa waktu belakangan.

Masih teringat dengan jelas saat masih duduk dibangku sekolah dasar dimana ibu guru selalu saja bertanya tentang cita-cita kita, hal yang sangat menyenangkan. Dan sama seperti anak lainnya, cita-citaku dulu selalu berubah setiap tahunnya dan setiap kali pertanyaan itu diberikan kepadaku. Setiap tahun disekolahku selalu diadakan karnaval, dan kita para murid diwajibkan untuk berpakaian sesuai dengan cita-cita kita saat itu. Kebanyakan adalah mereka yang berpakaian dokter dan tentara. Sementara aku lebih sering berganti-ganti kostum tiap tahunnya, dan saat tidak ada ide mau jadi apa aku lebih memilih untuk membolos saja dan tidur dirumah. Hal yang menyedihkan karena aku tidak tau cita-citaku.

Semakin banyak melihat suatu profesi pekerjaan maka semakin banyak hal yang ingin aku lakukan. Saat melihat pilot menerbangkan pesawat tempur dengan begitu kerennya maka seketika itu pula aku memutuskan cita-citaku adalah ingin menjadi pilot. Saat kemudian melihat para pembalap motor kebut-kebutan dilintasan balap maka cita-cita itu seketika berubah menjadi seorang pembalap. Dan masih banyak lagi cita-citaku yang lain yang tidak sempat aku dokumentasikan. Pernah suatu waktu pada saat pelajaran menggambar, pelajaran paling tidak aku sukai karena tidak pernah mendapatkan nilai bagus, ibu guru meminta kita untuk menggambar cita-cita kita masing-masing. Dan hasilnya hanyalah kertas gambar yang masih putih bersih. Ibu guru kemudian menjadikan gambar itu sebagai PR dan dikumpulkan minggu berikutnya.

Pada hari minggu setelah pelajaran menggambar itu, salah seorang saudaraku memperkenalkanku dengan sebuah mesin ajaib nan keren bernama komputer. Seketika itu aku langsung terpana, mungkin itu yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku tanya pada saudaraku, pekerjaan apa yang bisa selalu dekat dengan komputer dan dia menjawab sebelumnya kamu harus kuliah dulu dan jadi Sarjana Komputer, dan benar saja seketika cita-citaku berubah lagi menjadi Sarjana Komputer, cukup aneh kali ini karena itu bukan jenis pekerjaan. Minggu berikutnya aku mengumpulkan PRku yang terdapat sebuah gambar seorang sarjana dan sebuah komputer disampingnya. Tak disangka aku mendapat nilai bagus untuk gambar itu dan akhirnya gambar itu dipasang didinding ruang kelas bersama gambar cita-cita lainnya dari teman-temanku sampai kita semua naik kelas.

Tak disangka waktu berlalu begitu cepat dan aku telah berhasil mewujudkan salah satu cita-citaku itu, walaupun mungkin sedikit meleset karena gelarku adalah Sarjana Teknik, tapi secara kekhususan jurusannya adalah Teknik Komputer jadi aku telah menjadi Sarjana Teknik Komputer, dapet bonus teknik ditengahnya. Sungguh menyenangkan, tak disangka aku berhasil mewujudkannya, cita-cita yang dulu aku pikir hanya berupa ide sesaat saja mau jadi apa sekarang telah benar-benar terjadi. Dan saat sebuah cita-cita telah tercapai maka akupun mulai terpacu untuk mulai mewujudkan lagi cita-citaku yang lain, sampai bertemu di cita-cita selanjutnya.

Advertisements

Leave Your Comment Here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s