[Review] Shigatsu wa Kimi no Uso

Berawal dari sebuah posting di salah satu website yang sedang membahas tentang Top 10 Anime yang memiliki ending paling menyedihkan, kemudian perhatian tertuju ke salah satu judul anime yakni “Your Lie in April”, judulnya langsung bikin tertarik ditambah ending yang menyedihkan.

Berikut sedikit sinopsisnya, diambil dari MyAnimeList (sengaja gak ditranslate 😛 ) :

Music accompanies the path of the human metronome, the prodigious pianist Kousei Arima. But after the passing of his mother, Saki Arima, Kousei falls into a downward spiral, rendering him unable to hear the sound of his own piano.
Two years later, Kousei still avoids the piano, leaving behind his admirers and rivals, and lives a colorless life alongside his friends Tsubaki Sawabe and Ryouta Watari. However, everything changes when he meets a beautiful violinist, Kaori Miyazono, who stirs up his world and sets him on a journey to face music again.
Based on the manga series of the same name, Shigatsu wa Kimi no Uso approaches the story of Kousei’s recovery as he discovers that music is more than playing each note perfectly, and a single melody can bring in the fresh spring air of April.

Shigatsu-wa-Kimi-no-Uso

Animasi dan warna-warna yang ditampilkan terasa sangat memanjakan mata, rasanya gak pernah bosen buat nonton, detail di setiap gambarnya juga sangat baik. Bunga sakura yang berjatuhan, detail desain karakternya, detail pianonya, sampai ke animasi pendukung disekitarnya, semua dikerjakan dengan sangat baik

Lagu opening dan endingnya juga sangat memanjakan telinga, lagu opening pertama di episode 1-11 ada “Hikaru Nara” by Goose House, dilanjutkan endingnya “Kirameki” by wacci. Selanjutnya di episode 12-22 untuk openingnya ada “Nanairo Symphony” by Coala Mode dan endingnya “Orange” by 7!!, final episodenya memiliki ending versi acoustic yang sangat asik.

Bagi yang belum nonton animenya disarankan cukup sampai disini saja bacanya karena akan ada banyak spoiler dibawah, tapi kalau masih ngeyel mau baca ya resiko ditanggung sendiri 😛

Masuk ke  bagian ceritanya, diawali dari kisah tentang Arima Kousei yang sudah 2 tahun lamanya tidak lagi bermain piano yang disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam mendengar suara permainannya sendiri. Padahal dulunya dia adalah rajanya kompetisi piano, selalu juara 1, selalu sempurna sampai pada akhirnya Ibunya meninggal dunia karena sakit dan membuatnya sedih berkepanjangan, padahal alasan dia bermain piano dan ikut kompetisi adalah agar ibunya dapat kembali sehat

Kemudian ada Watari Ryota dan Sawabe Tsubaki yang merupakan teman masa kecil dari Kousei yang juga masih menjadi teman satu sekolah saat SMP. Watari sendiri merupakan kapten tim sepakbola sekolah dan siswa yang cukup populer karena ketampanannya, dan juga seorang playboy tentunya. Sementara Tsubaki, kapten tim Baseball, sangat energetic dan tomboy.

Dan sampailah saat dimana kemudian muncul Miyazono Kaori, seorang violinist, teman sekelas Tsubaki, minta untuk dikenalkan dengan Watari. Dan Tsubaki juga mengajak Kousei untuk ikut bertemu Kaori, dan bertemulah mereka di taman bermain dekat Towa Hall yang akan dipakai Kaori untuk lomba violin, dan disinilah semuanya dimulai

Alur cerita di anime ini sendiri dibuat maju mundur, dan desain animasi saat mereka masih kecil sangatlah unik dan menarik, sangat cebol 😀 Diantara mereka bertiga (Kousei, Watari, dan Tsubaki) entah kenapa gue paling suka Tsubaki versi anak-anak, Tsubaki yang masih polos dan selalu mengajak Kousei untuk bermain, Tsubaki yang nyemplungin Kousei ke sungai, Tsubaki yang bikinin bola dari pasir, dan Tsubaki yang gendong Kousei pulang ke rumah sambil nangis

tsubakiPada kenyataannya Tsubaki memang menyukai Kousei, akan tetapi dia tidak menyadarinya dan lebih parahnya tidak mau mengakuinya, dia terperangkap dengan perasaannya sendiri dan ketika orang lain bertanya dia selalu menjawab bahwa dia hanya menganggap Kousei sebagai adik kecil yang butuh bantuan karena telah kehilangan harapan

Kemudian muncul Kaori, sejak awal dia mengaku menyukai Watari, dan selalu menaruh perhatian kepadanya. Dari awal juga Kousei sudah diperingatkan oleh Tsubaki untuk tidak mendekatinya, dan perannya disini hanyalah sebagai “Friend A”, tapi apa mau dikata permainan violin dan karakter Kaori yang meledak-ledak akhirnya membuat Kousei jatuh cinta juga.

Apa yang bisa diharapkan dari cinta anak SMP?

Ya seperti kebanyakan anak smp lainnya, mereka hanya akan diam saja, seperti Tsubaki yang mendiamkan cintanya pada Kousei, Kousei yang memendam cintanya pada Kaori.

Tapi kemudian arah angin berubah sedikit demi sedikit, diawali dari Kaori yang meminta Kousei untuk menjadi pemain pendamping pianonya, meskipun dia masih trauma dengan permainan pianonya tapi yang meminta adalah Kaori, sambil nangis pula, bisa apa Kousei? dan dia pun hanya bisa menerimanya sambil terus latihan

Cinta mengubah segalanya,

Kaori digambarkan sebagai pemain violin yang sembarangan dan tidak mengikuti aturan, meskipun begitu pada kompetisi dia berhasil mendapatkan dukungan terbanyak dari penonton karena kualitas permainan violinnya yang memang mengagumkan

Sampai akhirnya diketahui bahwa ternyata Kaori mengidap penyakit parah dan menyebabkan dirinya harus berhenti bermain violin

Sebenarnya alur cerita sampai endingnya sudah bisa ditebak, tapi ya itu, banyak hal yang akhirnya membuat gue terus nonton anime ini sampai akhir, terutama Tsubaki kecil sih 😀 Permainan piano didalam anime ini juga sangat enak untuk dinikmati meskipun gue gak ngerti sama sekali siapa itu Bach sama Chopin

Ending dari anime memang cukup menyedihkan, tapi secara keseluruhan berhasil dikemas dengan baik, gue yang berharap endingnya akan bener-bener klimaks dan berlinangan air mata sedikit kecewa karena ya begitu, kesedihan anime ini berhasil dibagi rata disetiap episodenya dan di episode akhir cuma berisi kesimpulan saja

Pesan yang bisa ditangkap adalah kerja keras tak akan mengkhianati, seperti lirik lagu jkt48 😀 kerja keras Kousei untuk dapat kembali bermain piano, kerja kerasnya juga ketika masih kecil untuk dapat memenangkan berbagai kompetisi demi menyenangkan ibunya yang sedang sakit, kerja keras Kaori melawan dirinya sendiri.

Pada akhirnya di surat wasiatnya Kaori mengakui bahwa dari awal memang dia menyukai Kousei, sejak pertama kali dia melihatnya di kompetisi piano saat masih SD, kompetisi pertama yang diikuti Kousei, kompetisi yang menjadi awal dari berbagai alur cerita di anime ini

Kaori tau bahwa hidupnya tidak akan berlangsung lebih lama lagi, akhirnya dia memutuskan untuk merubah segalanya, dia yang awalnya pendiam, dia yang awalnya berkacamata, dia yang awalnya diet ketat, berubah drastis.

Dia memberanikan diri untuk mendekati Kousei dengan mendekati Watari dan Tsubaki, meskipun dia tahu bahwa Tsubaki juga menyukai Kousei, dan karena alasan itulah dia mengaku ingin berkenalan dan menyukai Watari, awal dari kebohongannya di bulan April

Terkadang hidup yang tinggal sebentar saja bisa menjadi luar biasa jika kita bisa memaknainya

Lalu bagaimana dengan cinta Tsubaki kepada Kousei? Liat aja sendiri 😛

Ternyata sudah terlalu panjang reviewnya 😀

Advertisements

Leave Your Comment Here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s