Ritual Buka Puasa Bersama

Marhaban ya Ramadhan, alhamdulillah sekali bisa kembali bertemu dengan bulan Ramadhan, menyiapkan diri dan jiwa menyambut bulan suci, termasuk juga menyiapkan dompet untuk ajakan buka puasa bersama yang juga akan segera datang.

Saya pribadi termasuk yang tidak terlalu suka dengan konsep buka puasa bersama, terutama yang diadakan di mall, restoran, maupun tempat makan lainnya. Bukan karena pelit atau semacamnya, tapi karena ada beberapa alasan yang akan saya jelaskan dibawah.

https://flic.kr/p/fPVTVs

Keramaian

Alasan pertama adalah keramaian, ya meskipun ini sedikit banyak dipengaruhi oleh sifat introvert yang juga benci keramaian. Indonesia adalah negara muslim terbesar didunia, dan sudah pasti ketika bulan ramadhan sebagian besar dari mereka akan ikut berpuasa juga, dan bisa dibayangkan bagaimana suasananya ketika waktu berbuka tiba. Secara hitung-hitungan matematika antara jumlah mereka yang mau buka puasa dan ketersediaan tempat di sebuah restoran sangatlah timpang sehingga menyebabkan adanya penumpukan pengunjung pada beberapa tempat makan sampai ada istilah waiting list. Kita yang kebetulan tidak termasuk kedalam golongan waiting list ini juga pasti merasa tidak enak ketika makan karena diburu waktu dan diperhatikan oleh mata-mata lapar yang ada diluar

Waktu yang sempit

Buka puasa yang benar ya pasti setelah terbenamnya matahari atau waktu mahrib tiba. Dan seperti kita tahu bersama bahwa waktu sholat maghrib ini sangatlah singkat, paling lama 1jam jedanya sampai waktu sholat isya tiba. Dan beberapa diantara kita karena mungkin tidak termasuk kedalam golongan waiting list tadi jadi memilih untuk makan terlebih dahulu, sambil menunggu mushola di tempat makannya sepi yang sayangnya tidak akan pernah sepi ketika waktu sholat maghrib ini.

Tarawih Berjamaah

Ketika sudah makan dan berkumpul pasti akan ada embel-embelnya untuk ngobrol ngalor ngidul tentang berbagai hal kecuali jika semua partisipasinya adalah introvert macam saya ini, tapi hal itu sangat jarang terjadi. Ketika sudah ngobrol sering lupa waktu dan sampai lewat jam 7 bahkan sampai jam 8. Melewatkan sholat tarawih berjamaah di masjid setelah sholat isya jadi hal yang kemudian dapat dimaklumi.

Dengan berbagai alasan yang saya jelaskan diatas tentu saja saya tidak sepenuhnya menolak ataupun menghindari ritual buka puasa bersama ini, tapi tentu saja jika ajakan untuk buka puasa itu akan memunculkan alasan tersebut diatas terkadang saya merasa berat untuk mengikutinya. Dan beberapa ritual buka puasa bersama yang masih bisa saya terima dan ikuti dengan suka cita diantaranya adalah

Di Masjid

Buka puasa bersama di masjid memiliki kenikmatannya tersendiri, selain tentunya makanan dan minumannya yang gratis. Justru karena gratis inilah jadi mengajarkan banyak hal seperti indahnya berbagi. Tak jarang jumlah makanan yang disediakan oleh masjid tidak terlalu banyak dan jamaah yang datang ternyata diluar ekspektasi panitia jumlahnya. Disaat seperti ini kita jadi harus rela berbagi dengan mereka yang tidak kita kenal disebelah kita, bahkan ketika makanan didepan kita hanya tinggal 1, kita tidak berani untuk mengambilnya dan lebih mendahulukan yang mungkin masih lebih lapar dari kita. Dan kalau ternyata kitalah oknum yang paling lapar, maka dengan malu-malu dan sopan kita akan minta ijin untuk kemudian mengambil sisa 1 makanan tersebut πŸ™‚

Setelah sholat tarawih

Ini adalah waktu paling ideal jika ingin mengadakan ritual buka puasa bersama, dimana saja. Karena kewajiban kita sudah gugur semua, sholat maghrib dan isya ditambah tarawih juga. Makan juga jadi tenang dan bisa sepuasnya πŸ˜€ Selain itu saat jam ini juga tempat makan mulai sepi dan para waiting list mulai bisa masuk, bahkan mungkin yang waiting list ini juga sudah selesai makan, jadi daripada termasuk kedalam golongan waiting list yang nunggu depan restoran sambil ngiler liatin yang buka puasa duluan saya lebih memilih untuk bukanya sekalian setelah sholat tarawih saja, demikian.

Bersama Teman Lama

Makna dari teman lama ini adalah yang jarang bertemu, jadi saat acara buka puasa bisa sekalian bertemu dan silaturahmi. Masalah waktu dan tempat terkadang tidak terlalu saya pikirkan karena jarang-jarang bisa bertemu dengan mereka, jadi diniatkan untuk silaturahmi saja dan mengalah demi acara bersama.

Bersama calon mertua

Ini tentu saja hal yang tidak bisa ditolak jika calon mertua tiba-tiba mengajak untuk buka puasa bersama, tapi sayangnya sampai sekarang ritual yang satu ini belum juga terlaksana πŸ˜€

Jadi itulah sedikit uneg-uneg terkait ritual buka bersama, jika kalian memiliki alasan lain untuk menolaknya atau malah ritual buka bersama lain yang juga malah wajib untuk didatangi silahkan tuliskan dikolom komentar, terima kasih πŸ™‚

— Selamat menunaikan ibadah puasa —

Advertisements

Leave Your Comment Here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s