Kimi No Na Wa

Akhirnya bisa nonton karya Makoto Shinkai di layar lebar. Setelah sebelumnya cuma bisa menikmatinya di layar laptop yang kecil dan belum 4K πŸ˜€ . Kimi No Na Wa, film terbaru dari Makoto Shinkai yang berhasil membuat hype dimana-mana gak hanya di Jepang saja. Maklum saja karena setelah sekian lama menunggu dari film terakhirnya, film ini menjadi semacam penawar ampuh bagi para penikmat karya Shinkai.

sumber: alphacoders.com
sumber: alphacoders.com

Jujur saja, saya sendiri suka karya-karya Shinkai selain karena animasinya yang luar biasa juga karena cerita dan endingnya. Ya benar, endingnya sangat spesial dan tidak seperti film kebanyakan. Alur cerita dari karyanya sebelumnya lebih banyak mengambil cerita yang sederhana dan cukup realistis (5cm per second & garden of words)

Ketika kemudian dihadapkan pada alur cerita imajinasi tingkat tinggi seperti yang disajikan dalam Kimi No Na Wa saya sempat kaget, terlebih lagi beberapa review yang mengatakan bahwa endingnya adalah bahagia, tak jarang juga mereka mengatakan bahwa ini adalah 5cm per second dengan ending yang lebih bahagia. Hal yang membuat saya semakin penasaran untuk segera menontonnya langsung. Link download bajakannya sudah banyak beredar tapi kemudian saya berhasil menahan diri untuk tidak mendownload dan berhasil nonton di bioskop, sebuah prestasi luar biasa πŸ˜€ dan kemudian saya tidak sedikitpun menyesali pilihan ini

tiket

Film yang benar-benar indah, itulah yang ada dipikiran saya saat film ini selesai. Animasinya? tak usah dijelaskan lagi, di berbagai kesempatan Shinkai berhasil pamer animasinya dengan menampilkan lanskap Tokyo, pedesaan, dan langit Itomori yang begitu cantik. OSTnya juga dibawakan dengan sangat baik oleh RADWIMPS. Beberapa liriknya cukup bisa masuk kedalam cerita dan berhasil membawa emosi naik turun pada kesempatan lainnya.

Alur ceritanya juga berhasil dibawakan dengan baik, komedinya dimasukkan dengan pas dan tidak terlalu berlebihan. Apa yang akan dilakukan seorang remaja laki-laki saat tau dia bangun dalam keadaan memiliki oppai? Langsung saja meremasnya, realistis sekali πŸ˜€ dan kelucuan-kelucuan lain yang terjadi saat mereka bertukar tubuh. Endingnya sendiri seperti saya sebutkan diatas tidak termasuk dalam favorit saya, saya akan lebih menikmatinya jika dibuat sama seperti 5cm per second atau paling tidak lebih kelam lagi juga oke IYKWIM πŸ˜€

Apakah kemudian film ini berhasil membuat saya menangis? tentu saja tidak πŸ˜€ serius, tapi hampir saja iya. Ada scene dimana Mitsuha lari kemudian jatuh sambil mengingat-ingat nama Taki, tapi justru ketika dilihat telapak tangannya, bukan nama Taki yang tertulis disana. Inilah scene favorit saya

Secara keseluruhan ini adalah film yang luar biasa, Shinkai berhasil merangkul lebih banyak penggemar dengan genre barunya, selamat sensei. Dan secara tidak langsung dia juga membuat semacam batasan tersendiri untuk karya-karyanya di masa yang akan datang. Orang-orang setelah ini pasti akan berharap karya yang lebih baik lagi dari ini dan semoga Makoto Shinkai dapat memenuhinya, dan sepertinya tidak terlalu lama lagi untuk menunggu karyanya selanjutnya πŸ˜‰

Oh iya, sudah bulan Desember, akhirnya bersalju lagi blognya πŸ™‚

Advertisements

Leave Your Comment Here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s