Review Aplikasi – Trello

Baiklah kali ini saya akan mencoba mereview salah satu aplikasi produktifitas yang sangat membantu dalam tugas sehari-hari saya. Saya pribadi sangat menyukai berbagai macam aplikasi produktifitas karena sesuai namanya, aplikasi semacam ini dapat meningkatkan produktifitas. Jika produktifitas meningkat secara otomatis kerjaan akan lebih cepat selesai sehingga saya akan punya waktu lebih banyak untuk bermalas-malasan 😛

*Disclaimer: ini adalah review gratisan, saya tidak dibayar untuk menulis review ini, saya merasa terbantu dengan aplikasi ini jadi saya sukarela menulis review ini 😀

Sekilas tentang Trello

Bagi yang belum tau, Trello merupakan aplikasi manajemen proyek. Di website resminya sendiri ditulis bahwa Trello merupakan aplikasi untuk melakukan kolaborasi dalam mengerjakan sebuah proyek. Dengan menggunakan Trello kita bisa tahu tentang berbagai macam pekerjaan yang sedang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dan pada proses apa pekerjaan tersebut sedang berjalan.

Trello mengelompokkan bagian-bagiannya menjadi Boards, Lists, dan Cards. Secara umum Boards bisa berupa nama proyek yang sedang dikerjakan. Lists merupakan kategori dari beberapa pekerjaan dengan kesamaan tertentu. Sementara Cards berisi detail dari pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Contoh tampilan Boards pada Trello | Sumber gambar: Trello
Contoh tampilan Boards pada Trello | Sumber gambar: Trello
Contoh isi Cards pada Trello | Sumber gambar: Trello
Contoh isi Cards pada Trello | Sumber gambar: Trello

Keunggulan Trello

Saya mulai dari keunggulannya dulu

Multi-platform

Salah satu alasan utama saya memilih Trello adalah karena dukungannya terhadap berbagai macam platform. Saat ini Trello bisa diakses menggunakan aplikasi web, aplikasi android, dan aplikasi iOS. Dan yang terbaru dia sudah bisa diintegrasikan dengan Telegram dan Slack, aplikasi perpesan instan yang juga ada di berbagai platform.

Saya pribadi terbiasa bekerja dimana saja, kapan saja dan menggunakan gadget yang berbeda, dan kemampuan multi-platform ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan saya tersebut. Karena basis utamanya adalah aplikasi web sehingga membuat semua data yang ada pada aplikasi web tersebut otomatis akan tersinkronisasi pada aplikasi yang lain selama aplikasi-aplikasi tersebut terhubung dengan internet, dan dibuka menggunakan akun yang sama tentunya 😛

Kolaborasi Anggota Tim

Kemampuan kedua yang membuat aplikasi ini menyenangkan adalah kolaborasi. Dengan fitur ini kita bisa bekerja bersama tim dengan lebih efisien dan produktif. Sesuai penjelasan diawal artikel, dengan fitur kolaborasi ini kita jadi tahu siapa sedang mengerjakan apa dan sampai dimana proses pekerjaannya sehingga ketika ada masalah kita bisa segera ikut membantu.

Fleksibilitas

Trello memang dibuat sebagai aplikasi manajemen proyek, akan tetapi sebenarnya kita diberikan kemampuan lebih untuk melakukan manajemen terhadap berbagai hal lain tergantung dari kreatifitas kita saja dalam menggunakannya. Salah satu contoh yang sering saya pakai menggunakan Trello adalah manajemen belanja bulanan 😀

Menggunakan Trello saya akan membuat daftar barang belanjaan selama sebulan, kemudian membuat checklistnya yang dibagi per minggu sesuai jadwal belinya. Dengan ini saya jadi bisa mengontrol belanjaan saya setiap minggunya, sudah belanja apa saja minggu kemarin, apa yang perlu ditambah minggu depan, dan seterusnya, sangat membantu 😀

Riwayat Aktifitas

Ini adalah salah satu fitur yang ada pada Trello yang bisa dipakai untuk memantau riwayat sebuah boards, lists, ataupun cards. Setiap perubahan yang terjadi pada boards, lists, dan cards akan tercatat sehingga kita bisa mengeceknya sewaktu-waktu untuk melihat sejarahnya. Fitur ini menjadi lebih berguna ketika diaplikasikan dalam Tim, kita jadi lebih tau riwayat sebuah pekerjaan dengan lebih jelas dan terstruktur.

Kekurangan Trello

Sekarang masuk ke bagian kekurangannya karena di dunia ini tidak ada yang sempurna

Ada versi berbayarnya

Trello bisa dipakai secara gratis, meskipun begitu tetap ada juga versi berbayarnya dengan tambahan beberapa fitur yang cukup menarik. Trello merupakan sebuah bisnis dan bukan sebuah lembaga sukarela jadi harus ada pemasukan dan laba untuk operasional mereka. Dan versi berbayar ini merupakan salah satu cara mereka untuk mendapatkan pemasukan dari penggunanya

Meskipun begitu saya pribadi tidak terlalu suka dengan cara mereka dalam menjual layanannya ini atau kalau dalam bahasa startup biasa disebut monetisasi. Seharusnya layanannya bisa dibuat gratis secara penuh tanpa perlu ada versi berbayar dan mereka mencari cara monetisasi yang lainnya, contohnya? Ya seperti Google saja, hampir semua layanannya gratis dengan fitur maksimal 😀 lalu cara monetisasinya? ya pikirkan sendiri saja, saya kan cuma pengguna 😛

Sebenarnya ada cara lain selain membayar untuk mendapatkan fitur berbayar ini yakni dengan program refferal. Dengan mengajak orang lain bergabung untuk menggunakan Trello kita akan mendapatkan bonus akses ke berbagai fitur berbayar selama 1 bulan untuk 1 orang yang berhasil diajak bergabung, dengan batasan maksimal mencapai 12 bulan.

Ya segitu saja reviewnya, semoga bermanfaat. Bagi kalian yang ingin lebih tau atau mencoba Trello bisa langsung menggunakan link dibawah (pakai refferal saya 😀 , enggak juga gak masalah sih, terserah kalian saja)

Website Resmi Trello

Advertisements

Leave Your Comment Here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s