VIP Autograph Ballot – C3AFA Jakarta

Satu hal yang paling ngeselin tahun lalu pas dateng ke AFAID adalah gagal dapetin autographnya karena telat dateng dan ballot atau undiannya udah selesai, tinggal bagi2in autographnya aja.

Tapi untunglah tahun ini pihak penyelenggara memperbaiki sistem undiannya, tidak lagi manual harus antri di tkp dan dateng pagi2 biar dapet antrian depan, undian dilakukan secara online, sugoooooiii. Ya memang sudah seharusnya sih apalagi yang dapet kesempatan undian adalah pemegang tiket VIP, setidaknya mbok ya kita diberikan kemudahan dan fasilitas yang menyenangkan gitu lho.

Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini ambil ANISONG yang Day-1, berbeda dengan tahun kemaren dimana Day-1 ada di hari Jumat, tahun ini ada di hari Sabtu. Ada 4 artis di lineupnya dan hanya fhana dan Konomi Suzuki yang gue tau lagu2nya, not bad laah daripada tahun kemaren cuma Aimer hahaha.

anisong

Dan ballot gue akhirnya jatuh kepada Konomi Suzuki, sebenernya pengen fhana tapi karena gak bisa ambil dua ya mau gimana lagi yaudah. Rasanya juga spesial sih kalau dia solo daripada ramean, dipasang dikamar juga oke kayanya nanti autographnya πŸ˜€ . Semoga menang.

Advertisements

Big Bad Wolf Book 2017

Big Bad Wolf Book Jakarta 2017 atau bisa disingkat BBWB Jakarta 2017 adalah acara bazar buku impor dengan banyak diskon. Meskipun ada embel-embel Jakarta dibelakangnya sejatinya acara ini diselenggarakan di Tangerang, tepatnya di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD).

bbwb5

Sebenarnya awalnya saya tidak ada niat mau datang kesini, alasan pertama adalah karena lokasinya yang jauh dan cukup susah dijangkau dengan kendaraan umum, alasan kedua karena cerita dari beberapa teman tentang pengalamannya pada acara yang sama tahun lalu terkait ramenya acara dan lamanya antrian di kasir untuk melakukan pembayaran, dan alasan ketiga karena sebagian besar bukunya adalah buku berbahasa inggris.

Tapi takdir berkata lain, seorang teman tiba-tiba saja mengajak kesana bersama, katanya dia berhasil mendapatkan tiket VIP yang membuatnya berhak masuk 1 hari lebih awal sebelum acara dibuka secara resmi untuk masyarakat umum. Jadi berangkatlah kita kesana, bolos kerja bersama karena acaranya hari Kamis πŸ˜€

bbwb1

Acaranya sendiri menggunakan 4 gedung di ICE BSD yakni Hall 7,8,9 dan 10, sangat luas sekali meskipun yang dipakai secara efektif untuk bazar buku hanya di Hall 8 dan 9, Hall 7 dipakai untuk tempat Food Truck bagi mereka yang lapar saat acara berlangsung atau hanyak duduk-duduk saja melepas lelah sambil makan ice cream, dan Hall 10 dipakai untuk kasir dan tempat antriannya.

Dari awal saya memang hanya berniat untuk mencari buku fiksi berbahasa inggris saja dan beberapa komik yang mungkin menarik. Sebenarnya berharap ada light novel jepang berbahasa inggris juga yang dijual disini tapi hasilnya nihil, saya tidak berhasil menemukannya, atau saya yang kurang jeli mencarinyaΒ  karena sudah lelah.

bbwb2

Selesai memutari dan mengambil beberapa buku dari bagian fiksi, saya lanjut ke bagian buku bahasa indonesia saja. Ternyata disini promonya lebih menarik, hampir semua buku dan novelnya harganya tidak lebih dari 50ribu, langsung khilaf ambil semua yang menarik hahahaha.

Ada satu hal yang menarik disini yang saya perhatikan, untuk buku-buku tertentu yang bentuknya serial, tidak semua serinya dijual jadi hanya nomor tertentu saja misal buku pertama atau buku kedua, kecuali untuk yang memang sudah promosi seperti seri Hunger Games yang langsung dijual sepaket. Saya sempat ambil komik yang saya kira langsung tamat tapi ternyata baru jilid pertama, saya sempat cari lanjutannya yang kedua tapi tidak ketemu, adanya langsung loncat ke nomor lima πŸ˜€ yaudah saya ambil saja, jilid 2 sampai 4nya nanti saya bayangkan sendiri saja bagaimana ceritanya

Perasaan mulai terasa tidak enak ketika melihat antrian kasir sudah mulai mengular dan keluar dari area yang sudah disiapkan, waduh bisa lama ini. Jam 4 sore akhirnya saya mengakhiri petualangan disana dan mulai mengantri. 1,5 jam mengantri berhasil membuat saya maju beberapa meter dari posisi awal sebelum akhirnya menyerah dan gantian antri dengan teman saya, untung saja datang berdua jadi bisa gantian hahahaha

Istirahat sejenak diluar sambil sholat dan menghirup udara segar.

bbwb3

Kembali kedalam 1 jam kemudian dan antrian belum maju signifikan. Akhirnya sampai juga di kasir tepat pukul 8 malam πŸ˜€ perjuangan yang melelahkan. Bukunya digabung saja dikasir biar cepet bayarnya, nanti bisa kita pisah sendiri dirumah, toh bayarnya juga cuma bisa pakai kartu debit dan kredit dari 1 bank saja yang saya tidak memilikinya, untung saja teman saya punya. Oh iya dan di struknya ternyata tidak ditulis nama bukunya, cuma ada nama penerbit atau vendornya, yang saya ingat untuk buku lokal cuma ditulis mizan, jadi cukup susah untuk mencocokkan harga yang tertera di buku dan harga di struk pembelian.

Yap akhirnya jam 9 tepat kami keluar dari tempat itu dan langsung pulang dan inilah hasilnya, dapet sekitar 20 buku, lumayan lah buat stok baca sampai akhir tahun πŸ™‚

bbwb4

Selamat membaca.

Review Aplikasi – Trello

Baiklah kali ini saya akan mencoba mereview salah satu aplikasi produktifitas yang sangat membantu dalam tugas sehari-hari saya. Saya pribadi sangat menyukai berbagai macam aplikasi produktifitas karena sesuai namanya, aplikasi semacam ini dapat meningkatkan produktifitas. Jika produktifitas meningkat secara otomatis kerjaan akan lebih cepat selesai sehingga saya akan punya waktu lebih banyak untuk bermalas-malasan πŸ˜›

*Disclaimer: ini adalah review gratisan, saya tidak dibayar untuk menulis review ini, saya merasa terbantu dengan aplikasi ini jadi saya sukarela menulis review ini πŸ˜€

Sekilas tentang Trello

Bagi yang belum tau, Trello merupakan aplikasi manajemen proyek. Di website resminya sendiri ditulis bahwa Trello merupakan aplikasi untuk melakukan kolaborasi dalam mengerjakan sebuah proyek. Dengan menggunakan Trello kita bisa tahu tentang berbagai macam pekerjaan yang sedang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dan pada proses apa pekerjaan tersebut sedang berjalan.

Trello mengelompokkan bagian-bagiannya menjadi Boards, Lists, dan Cards. Secara umum Boards bisa berupa nama proyek yang sedang dikerjakan. Lists merupakan kategori dari beberapa pekerjaan dengan kesamaan tertentu. Sementara Cards berisi detail dari pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Contoh tampilan Boards pada Trello | Sumber gambar: Trello
Contoh tampilan Boards pada Trello | Sumber gambar: Trello
Contoh isi Cards pada Trello | Sumber gambar: Trello
Contoh isi Cards pada Trello | Sumber gambar: Trello

Keunggulan Trello

Saya mulai dari keunggulannya dulu

Multi-platform

Salah satu alasan utama saya memilih Trello adalah karena dukungannya terhadap berbagai macam platform. Saat ini Trello bisa diakses menggunakan aplikasi web, aplikasi android, dan aplikasi iOS. Dan yang terbaru dia sudah bisa diintegrasikan dengan Telegram dan Slack, aplikasi perpesan instan yang juga ada di berbagai platform.

Saya pribadi terbiasa bekerja dimana saja, kapan saja dan menggunakan gadget yang berbeda, dan kemampuan multi-platform ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan saya tersebut. Karena basis utamanya adalah aplikasi web sehingga membuat semua data yang ada pada aplikasi web tersebut otomatis akan tersinkronisasi pada aplikasi yang lain selama aplikasi-aplikasi tersebut terhubung dengan internet, dan dibuka menggunakan akun yang sama tentunya πŸ˜›

Kolaborasi Anggota Tim

Kemampuan kedua yang membuat aplikasi ini menyenangkan adalah kolaborasi. Dengan fitur ini kita bisa bekerja bersama tim dengan lebih efisien dan produktif. Sesuai penjelasan diawal artikel, dengan fitur kolaborasi ini kita jadi tahu siapa sedang mengerjakan apa dan sampai dimana proses pekerjaannya sehingga ketika ada masalah kita bisa segera ikut membantu.

Fleksibilitas

Trello memang dibuat sebagai aplikasi manajemen proyek, akan tetapi sebenarnya kita diberikan kemampuan lebih untuk melakukan manajemen terhadap berbagai hal lain tergantung dari kreatifitas kita saja dalam menggunakannya. Salah satu contoh yang sering saya pakai menggunakan Trello adalah manajemen belanja bulanan πŸ˜€

Menggunakan Trello saya akan membuat daftar barang belanjaan selama sebulan, kemudian membuat checklistnya yang dibagi per minggu sesuai jadwal belinya. Dengan ini saya jadi bisa mengontrol belanjaan saya setiap minggunya, sudah belanja apa saja minggu kemarin, apa yang perlu ditambah minggu depan, dan seterusnya, sangat membantu πŸ˜€

Riwayat Aktifitas

Ini adalah salah satu fitur yang ada pada Trello yang bisa dipakai untuk memantau riwayat sebuah boards, lists, ataupun cards. Setiap perubahan yang terjadi pada boards, lists, dan cards akan tercatat sehingga kita bisa mengeceknya sewaktu-waktu untuk melihat sejarahnya. Fitur ini menjadi lebih berguna ketika diaplikasikan dalam Tim, kita jadi lebih tau riwayat sebuah pekerjaan dengan lebih jelas dan terstruktur.

Kekurangan Trello

Sekarang masuk ke bagian kekurangannya karena di dunia ini tidak ada yang sempurna

Ada versi berbayarnya

Trello bisa dipakai secara gratis, meskipun begitu tetap ada juga versi berbayarnya dengan tambahan beberapa fitur yang cukup menarik. Trello merupakan sebuah bisnis dan bukan sebuah lembaga sukarela jadi harus ada pemasukan dan laba untuk operasional mereka. Dan versi berbayar ini merupakan salah satu cara mereka untuk mendapatkan pemasukan dari penggunanya

Meskipun begitu saya pribadi tidak terlalu suka dengan cara mereka dalam menjual layanannya ini atau kalau dalam bahasa startup biasa disebut monetisasi. Seharusnya layanannya bisa dibuat gratis secara penuh tanpa perlu ada versi berbayar dan mereka mencari cara monetisasi yang lainnya, contohnya? Ya seperti Google saja, hampir semua layanannya gratis dengan fitur maksimal πŸ˜€ lalu cara monetisasinya? ya pikirkan sendiri saja, saya kan cuma pengguna πŸ˜›

Sebenarnya ada cara lain selain membayar untuk mendapatkan fitur berbayar ini yakni dengan program refferal. Dengan mengajak orang lain bergabung untuk menggunakan Trello kita akan mendapatkan bonus akses ke berbagai fitur berbayar selama 1 bulan untuk 1 orang yang berhasil diajak bergabung, dengan batasan maksimal mencapai 12 bulan.

Ya segitu saja reviewnya, semoga bermanfaat. Bagi kalian yang ingin lebih tau atau mencoba Trello bisa langsung menggunakan link dibawah (pakai refferal saya πŸ˜€ , enggak juga gak masalah sih, terserah kalian saja)

Website Resmi Trello

[Anisong] Alisa Takigawa

Alisa Takigawa – namaΒ  yang cukup asing muncul di lineupΒ konser I Love AnisongΒ  di AFAID hari pertama karena jujur saja kemarin beli tiket konsernya ya karena cuma pengen nonton Eir Aoi sama Aimer tapi apa mau dikata ternyata Eir Aoi berhalangan karena sakit.

Balik lagi ke Alisa Takigawa. Fotonya di lineup konser cukup menarik perhatian karena memang cantik dan natural khas wanita jepang. Sebelum dateng ke konser, iseng nyoba nyari lagunya di youtube siapa tau ada MVnya. Ternyata gue belum beruntung karena gak ada satupun MVnya baik yang official maupun bajakan. Hampir semua hasil editan fans yang menampilkan anime dimana dia nyanyi OSTnya. Ada satu atau dua video yang nampilin dia lagi nyanyi di studio tapi kualitas videonya sangat buruk, audionya apalagi, akhirnya nyerah.

Datang ke konser tidak terlalu berharap banyak, harapan satu-satunya cuma pengen nonton Aimer. Tapi begitu Alisa keluar langsung tertarik lagi, ternyata aslinya memang lebih cantik πŸ˜€ dan dia nyanyi sambil main gitar, gue asal nebak aja pasti lagunya easy listening nih dan ternyata bener. Lagu pertama begitu mengena, pertama kali gue denger tapi langsung suka dan begitu pun seterusnya sampai lagu terakhir, semuanya instant-like.

14369885_10153767308461022_6217858108327570704_n
Sumber: Anime Festival Asia Facebook Page

Disela-sela nyanyi dia sempet menyapa para penonton pakai bahasa indonesia ala kadarnya yang udah disiapin sebelumnya. Yang menarik adalah ternyata ini adalah konser pertamanya di luar jepang dan dia sangat senang bisa kenal Indonesia.

Setelah konser besoknya langsung gue like Facebook Pagenya dan beberapa hari kemudian dia ngumumin kalau akhirnya buka channel youtube sendiri untuk fansnya di luar negri (gue yakin sih di Indonesia πŸ˜€ ge-er banget)

alisa

Langsung ngacir ke tekape dan subscribe, sudah ada 5 MV kualitas Full HD tentunya. Langsung dengerin semuanya dan dejavu dengan suasana konser sebelumnya, aaaa keren sekali lagu-lagunya. Dari kelima MV yang paling gue suka adalah Sayonarano Yukue, lagu yang juga paling gue suka pas konser.

Untuk lagu yang lain bisa langsung menuju ke channel youtubenya saja yang ada di link dibawah.

Alisa Takigawa – Official Facebook Page

Alisa Takigawa – Official Youtube Channel

My Third Certification

Huft akhirnya lulus juga, perasaan lega tak terkira dari beban yang luar biasa πŸ˜€ lebay. Ya mau bagaimana setelah sebelumnya gagal di ujian sertifikasi yang lain sekarang harus ujian lagi dengan topik berbeda. Meskipun sebelumnya diikutkan training di Singapore tapi ini justru sedikit banyak menambah beban karena secara tidak langsung hasilnya harus memuaskan dan akan sangat memalukan bahkan jika sampai gagal.

Alhamdulillah usaha keras tidak akan menghianati kalau kata melody πŸ™‚

gmon

Semoga ilmunya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Untuk sementara rehat dulu sejenak sambil nonton anime lagi, gak bisa lama-lama juga rehatnya karena ujian sertifikasi selanjutnya sudah menunggu πŸ˜€

 

Ritual Buka Puasa Bersama

Marhaban ya Ramadhan, alhamdulillah sekali bisa kembali bertemu dengan bulan Ramadhan, menyiapkan diri dan jiwa menyambut bulan suci, termasuk juga menyiapkan dompet untuk ajakan buka puasa bersama yang juga akan segera datang.

Saya pribadi termasuk yang tidak terlalu suka dengan konsep buka puasa bersama, terutama yang diadakan di mall, restoran, maupun tempat makan lainnya. Bukan karena pelit atau semacamnya, tapi karena ada beberapa alasan yang akan saya jelaskan dibawah.

https://flic.kr/p/fPVTVs

Keramaian

Alasan pertama adalah keramaian, ya meskipun ini sedikit banyak dipengaruhi oleh sifat introvert yang juga benci keramaian. Indonesia adalah negara muslim terbesar didunia, dan sudah pasti ketika bulan ramadhan sebagian besar dari mereka akan ikut berpuasa juga, dan bisa dibayangkan bagaimana suasananya ketika waktu berbuka tiba. Secara hitung-hitungan matematika antara jumlah mereka yang mau buka puasa dan ketersediaan tempat di sebuah restoran sangatlah timpang sehingga menyebabkan adanya penumpukan pengunjung pada beberapa tempat makan sampai ada istilah waiting list. Kita yang kebetulan tidak termasuk kedalam golongan waiting list ini juga pasti merasa tidak enak ketika makan karena diburu waktu dan diperhatikan oleh mata-mata lapar yang ada diluar

Waktu yang sempit

Buka puasa yang benar ya pasti setelah terbenamnya matahari atau waktu mahrib tiba. Dan seperti kita tahu bersama bahwa waktu sholat maghrib ini sangatlah singkat, paling lama 1jam jedanya sampai waktu sholat isya tiba. Dan beberapa diantara kita karena mungkin tidak termasuk kedalam golongan waiting list tadi jadi memilih untuk makan terlebih dahulu, sambil menunggu mushola di tempat makannya sepi yang sayangnya tidak akan pernah sepi ketika waktu sholat maghrib ini.

Tarawih Berjamaah

Ketika sudah makan dan berkumpul pasti akan ada embel-embelnya untuk ngobrol ngalor ngidul tentang berbagai hal kecuali jika semua partisipasinya adalah introvert macam saya ini, tapi hal itu sangat jarang terjadi. Ketika sudah ngobrol sering lupa waktu dan sampai lewat jam 7 bahkan sampai jam 8. Melewatkan sholat tarawih berjamaah di masjid setelah sholat isya jadi hal yang kemudian dapat dimaklumi.

Dengan berbagai alasan yang saya jelaskan diatas tentu saja saya tidak sepenuhnya menolak ataupun menghindari ritual buka puasa bersama ini, tapi tentu saja jika ajakan untuk buka puasa itu akan memunculkan alasan tersebut diatas terkadang saya merasa berat untuk mengikutinya. Dan beberapa ritual buka puasa bersama yang masih bisa saya terima dan ikuti dengan suka cita diantaranya adalah

Continue reading “Ritual Buka Puasa Bersama”

Roadmap, Target, Resolusi

Masih awal tahun dan beberapa orang disibukkan dengan rencana untuk 1 tahun kedepan, termasuk saya. Sebenarnya gak ada yang nyuruh juga sih, kesadaran sendiri saja karena terlalu nganggur gak ada kerjaan jadinya saya iseng bikin roadmap, target, resolusi atau apalah itu namanya untuk 1 tahun ini. Dan setelah dipikirkan dengan seksama malah jadi banyak sekali kerjaannya, “Terus kapan nyantainya?” tiba-tiba saja muncul pertanyaan dalam otak malas saya.

Akhirnya terjadilah pertarungan luar biasa antara otak malas dan otak sok-rajin saya. Otak malas menyuruh untuk menghapus saja itu semua dan hidup biasa-biasa saja, kerjakan apa yang disuruh, selesaikan semua secepat mungkin agar bisa malas-malasan lagi. Sementara si otak sok-rajin tak kenal lelah memberi semangat untuk terus menyusun dan menemukan ide-ide baru terkait roadmap, target, dan resolusi tersebut.

Lalu siapa pemenangnya?

Hmmm sulit memprediksinya karena keduanya sama kuat, dan pastinya ini akan menjadi pertarungan yang sangat panjang dan melelahkan, iya baru mikirinnya aja udah bikin capek, jadi lebih baik gak usah dipikirin aja sekalian. Hasil dari pertarungan ini baru bisa dilihat nanti di akhir tahun

Anime Fall 2015 Review

Udah lewat seminggu dan anime Winter udah pada mulai tayang, tapi okelah tidak masalah daripada tidak sama sekali. Anime Fall kali ini yang masuk dalam review hanya sedikit karena ada 2 anime yang ternyata belum mau untuk tamat di akhir tahun kemarin. Dua anime tersebut adalah Gakusen Toshi Asterisk (Asterisk War) dan Gundam : Iron Blooded Orphans.

3. Subete Ga F Ni Naru

Sebenernya ini termasuk salah satu anime yang hampir gue DROP juga musim kemaren, alesannya karena di awal2 episodenya alurnya terlalu lambat dan gak tau akan dibawa kemana konfliknya. Sampai akhirnya gue terdampar di beberapa forum diskusi terkait anime ini dan mulai menemukan titik terangnya. Genrenya mistery dan ada sedikit unsur teknologi didalamnya yang membuat gue tertarik, juga spoiler dari scene endingnya yang cukup geek. Misterinya disini tidak semonoton seperti anime misteri satunya yang juga tayang musim ini (Sakurako-san) dimana misterinya muncul di episode itu dan langsung solved juga di episode yang sama kemudian di episode berikutnya ada misteri lain lagi dimunculkan. Kasus di anime ini cuma satu secara garis besar dan itu dibahas dari awal sampai akhir musim.

tv subete ga f

Satu hal lagi yang seolah membuat anime ini begitu menarik adalah dia seolah mengajak kita untuk ikut memikirkan kasus yang muncul tersebut, banyak clue ditampilkan tapi sang karakter utama tidak membicarakannya secara langsung lewat dialog. Sebuah petunjuk kecil yang ditampilkan di sebuah episode baru akan dibahas atau dipertanyakan pada episode berikutnya. Misteri didalam misteri, misteriception :D. Anime ini sangat recommended untuk kalian yang bosan dengan anime misteri 1 episode seperti yang saya sebutkan diatas. Ketika menontonnya cobalah untuk ikut memperhatikan hal-hal kecil yang ditampilkan (seperti misalnya saja alat jahit, spoiler dikit πŸ˜› ) karena itu yang membuat anime ini menjadi begitu seru.

2. One Punch Man

Oke gue setuju, ini adalah anime paling rame musim ini, paling banyak dibicarakan, dan tentu saja paling banyak menyita perhatian. Tema yang diangkat juga cukup menarik, seorang pahlawan yang bosan karena terlalu kuat sampai 1 pukulan saja bisa menghabisi semua lawannya. Jadi yang dibahas kemudian adalah hal2 disekitar pahlawan itu, pahlawan yang namanya Saitama. Mulai dari musuhnya, pahlawan lain, sampai kota tempat dia tinggal. Tentang dia sendiri? Cuma dibahas ala kadarnya.

Continue reading “Anime Fall 2015 Review”

Oom-Oom di Malam Tahun Baru

Seperti juga bagi Anda, Tahun Baru dan Hari Raya atau hari-hari penting lainnya selalu merupakan momentum spesial bagi saya, melebihi hari ulang tahun saya sendiri.

Kalau Idul Fitri Menjelang, kalau keriuhan pergantian tahun mulai membayang, mulailah saya masuk ke bilik persembunyian. Bengong sendirian, kethap-kethip memandangi atap. Kalau saya seorang resi, saya akan bilang bahwa saya sedang bersemedi. Kalau saya kiai, saya katakan saya berzikir. Tetapi karena saya hanya saya, maka ya hanya kethap-kethip itu.

Pada hari Idul Fitri, jarang warung buka. Pada pergantian tahun, warung-warung cepat habis dan restoran-restoran membuka acara khusus. Maka, saya siapkan saja makanan dan minuman tertentu di kulkas. Tetapi berhubung kulkasnya tidak ada, maka ya saya tidak menyimpan makanan apa-apa.

Tahun baru Masehi makin dianggap dan memang berlaku internasional, meskipun ia hanya sebuah versi seperti halnya Tahun Baru Jawa atau Islam. Apa kata akal sehat anda?

Terompet memekik-mekik, ratusan ribu liter bensin dibeli dan dihabiskan tidak untuk produktivitas dan kreativitas. Penyiar-penyiar teve matanya begitu sempit melihat hidup sehingga hanya sibuk dengan “Ramai atau tidak disana? Ada jenis hiburan apa? Hujan deras, ya? ” Satu Januari itu titik macam apa dalam peta metabolisme natur, budaya, nilai-nilai, sejarah, dan nasib mereka, sehingga Tahun Baru menjadi sedemikian penting? Kalau “tahun baru” saya adalah setiap bulan purnama, karena katuranggan nabi saya adalah Nabi Yusuf …..

“Ente sendiri yang goblok! Ente sudah terlempar out of culture. Bangsa kita ini diam-diam punya kesedihan yang mendalam. Mereka butuh hiburan, dan hura-hura macam itulah satu-satunya hiburan yang mereka kenal. Ente jangan ajak seluruh anak bangsa ini kesepian seperti ente!” tiba-tiba kawan saya memaki.[]

— diketik ulang dari Buku “Surat kepada Kanjeng Nabi” halaman 80-82 karya Emha Ainun Nadjib