World Heritage Day, 18 April 2014

Mengawal Terjan

Sejak menginjakkan kaki di Terjan pertama kali 21 Desember 2013, saat itu langsung “ngenes” melihat kondisinya. Kepala patung binatang itu tidak segagah patung patung binatang yang ada dan menghiasi Borobudur atau kuburan etnis Tionghoa sekalipun yang sering aku jumpai. Kepala itu terpenggal, entah sejak kapan. Terpenggalnyapun tidak diketahui apakah kejahatan manusia atau factor alam, seperti gempa dll. Cuma kalau mendengar cerita warga sekitar pernah ada seorang yang merusak punden di gunung Tatar, Sluke Lasem, maka ada kemungkinan patung ini juga akibat ulah manusia. Tapi yang terakhir sekitar November 2011, Terjan memang dirusak, dimartil, hingga serpihan patungnya disebar ke tanah sekitar. Yang pasti penelitian di tahun 1977-1978 sudah mengambarkan patung terpenggal kepalanya dan serpihan lain seperti gigi dan rahang yang porak poranda.

Continue reading “World Heritage Day, 18 April 2014”

Advertisements

Lasem – Kota Sejarah Yang Terpinggirkan Zaman (Free E-Book)

efenerr

Terima kasih kepada Backpacker Bandung / @BackpackerBDG yang dengan brilian mewujudkan karya ini. E-Book ini bermula dengan obrolan ringan para peserta Trip Lasem di bulan Maret lalu yang terpukau dengan kisah-kisah sejarah, budaya, arsitektur dan gejala sosial di Lasem. Maka kami berenam kemudian mencoba merangkum apa yang kami lihat, kami rasa, kami kecap selama di Lasem kepada anda semua.

Jika anda belum tahu Lasem, Lasem adalah sebuah daerah di wilayah Rembang. Terkenal dengan kultur Tionghoa yang begitu kental sehingga dijuluki L’Petit Chinois / Cina Kecil. Sebuah mutiara sejarah yang selama ini tenggelam oleh sejarah populer. Selain soal kultur Tionghoa, Lasem adalah sentra batik berkualitas tinggi. Batik-batik yang merupakan mahakarya dan diwariskan secara turun temurun sejak berabad-abad lalu.

Tidak ada tujuan lain dari karya ini selain berusaha mengenalkan Lasem kepada anda semua, mengenalkan kisah sejarah yang mungkin selama ini terselubung dan lantas dilupakan. Karya ini juga merupakan wujud terima kasih kami…

View original post 83 more words