Monyet dan Media Sosial

Ada sebuah tulisan menarik tentang fenomena invasi para monyet ke media sosial. Tulisan lama memang tapi masih relevan dan cukup menarik untuk dijadikan bahan renungan. Tulisan yang berjudul “The Clicking Monkeys” ini sangat pas menggambarkan apa yang terjadi sekarang di berbagai media sosial. Berikut salah satu kutipannya

Inilah orang yang dengan riang gembira mengklik telepon selulernya untuk mem-broadcast hoax ke sana-kemari, me-retweet, atau mem-posting ulang di media sosial. Mereka seperti kumpulan monyet riuh saling melempar buah busuk di hutan. Agar tidak ketahuan lugu, biasanya mereka menambahkan kata seperti: “Apa iya benar info ini?” atau “Saya hanya retweet lhoo.”

Saya jadi sadar, salah satu alasan kenapa kemudian saya menonaktifkan beberapa akun media sosial saya adalah karena beberapa teman disana sudah mulai berubah menjadi monyet, walaupun tidak semua 😛

Satu akun saya yang masih bertahan dari serbuan para monyet ini adalah instagram, ya mungkin karena disini tidak ada tombol share, retweet, ataupun broadcast atau mungkin juga para monyet tersebut belum tau caranya motret 😛

Advertisements

Jangan Ada Kultwit Di Antara Kita

Kultwit singkatan dari Kuliah Twitter kalau saya tidak salah ya hahaha :), yang pasti intinya adalah memberikan semacam kuliah atau penjelasan tentang sesuatu melalui media sosial yang bernama twitter. Lalu kenapa saya tidak menyukai kultwit ini? apa pentingnya? tidak penting sih memang hahaha karena ini hanya opini pribadi saya saja, sangat subyektif oke.

Langsung saja ke poinnya kenapa saya tidak terlalu menyukai yang namanya kultwit ini, pertama karena memang twitter yang didesain bukan untuk memberikan suatu penjelasan yang panjang dan mendetail. Twitter dibuat hanya untuk 140 karakter jadi kalau mau nulis panjang dan dan kemungkinan akan lebih dari 140 karakter yang jangan pakai twitter :).

Continue reading “Jangan Ada Kultwit Di Antara Kita”