Monyet dan Media Sosial

Ada sebuah tulisan menarik tentang fenomena invasi para monyet ke media sosial. Tulisan lama memang tapi masih relevan dan cukup menarik untuk dijadikan bahan renungan. Tulisan yang berjudul “The Clicking Monkeys” ini sangat pas menggambarkan apa yang terjadi sekarang di berbagai media sosial. Berikut salah satu kutipannya

Inilah orang yang dengan riang gembira mengklik telepon selulernya untuk mem-broadcast hoax ke sana-kemari, me-retweet, atau mem-posting ulang di media sosial. Mereka seperti kumpulan monyet riuh saling melempar buah busuk di hutan. Agar tidak ketahuan lugu, biasanya mereka menambahkan kata seperti: “Apa iya benar info ini?” atau “Saya hanya retweet lhoo.”

Saya jadi sadar, salah satu alasan kenapa kemudian saya menonaktifkan beberapa akun media sosial saya adalah karena beberapa teman disana sudah mulai berubah menjadi monyet, walaupun tidak semua 😛

Satu akun saya yang masih bertahan dari serbuan para monyet ini adalah instagram, ya mungkin karena disini tidak ada tombol share, retweet, ataupun broadcast atau mungkin juga para monyet tersebut belum tau caranya motret 😛

Advertisements

Stop Being Social

Okay, untuk kedua kalinya akhirnya gue deaktivasi lagi akun social media gue, kali ini yang kena imbasnya adalah facebook dan twitter. Jika sebelumnya hanya facebook kali ini twitter juga sekalian. Ada cukup banyak alasan sampai akhirnya pada keputusan untuk melakukan hal tersebut, alasan utama adalah karena sudah bosan dengan keduanya dan kedua website tersebut sudah terlalu banyak menyita waktu gue, waktu yang bisa gue pakai untuk hal lain yang lebih bermanfaat, tidur misalnya.

Si burung biru memberi waktu 30 hari sebelum semua data di servernya benar-benar dihapus jika gue gak login kembali dalam waktu 30 hari tersebut, itu klaim dari mereka sih, gue juga gak tau itu data beneran bakal dihapus atau cuma dizip saja 😛 Sementara si biru satunya tidak memberikan batas waktu, hanya saja saat gue deaktivasi gue pilih alasan bahwa ini hanya temporary, ya mungkin saja gue berubah pikiran gitu dan iseng login lagi seperti sebelumnya 😛

Meskipun begitu untuk sementara mari menikmati waktu tanpa social media, Marhaban ya Ramadhan.

Screenshorts and Blogging

Screenshorts adalah istilah yang dipakai untuk screenshot yang berisi tulisan, quote ataupun catatan tertentu yang kemudian dibagikan via media sosial. Screenshorts ini cukup booming terutama di twitter dan instagram dimana jika di twitter postingan dibatasi maksimal hanya 140 karakter maka dengan screenshorts ini hal tersebut bisa diatasi. Screenshorts ini juga berguna jika kita ingin membagikan tulisan via Instagram karena seperti kita ketahui bersama bahwa instagram adalah tempat berbagi foto, bukan tulisan.

screenshorts
screenshorts

Screenshorts ini cukup banyak dan sering digunakan oleh kalangan artis atau mereka yang memiliki follower cukup banyak. Mereka memilih metode ini untuk berbagi catatan ataupun quotes. Banyak yang berpendapat bahwa screenshorts ini lebih menarik dan efisien daripada blogging.

Alasan pertama karena kita tidak perlu membagikan link ataupun url blog kita via media sosial. Jika kita kita hanya membagikan link atau url maka kita berharap orang lain akan mengklik link tersebut. Hal ini tidaklah praktis karena kemudian orang tersebut akan dibawa ke halaman lain hanya untuk membaca isi dari tulisan yang ingin kita bagikan. Berbeda dengan screenshorts karena orang tersebut bisa langsung tau dan membaca isi dari apa yang ingin dibagikan tanpa harus berpindah ke halaman lain.

Continue reading “Screenshorts and Blogging”

Pemuda oleh A. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Wahai para pemuda Indonesia, banggalah dg Indonesia kalian! Jangan rendah diri! Jangan menganggap semua yg dari luar lebih baik

Negeri kalian paling indah dan subur. KEBANYAKAN warganya orang2 paling ramah. Pemahaman keagamaan KEBANYAKAN umatnya, paling otentik

Paling kaya sumber alamnya. Paling kaya ragam budayanya. Paling.. dan paling.. termasuk Jamaah hajinya paling tertib di dunia

Jangan terkecoh dg segelintir orang atau kelompok yg rendah diri dan rendah budi yg tega melecehkan dan merusak negerinya sendiri

Jangan terkecoh oleh mereka yg tersilaukan ‘keindahan palsu’ dari luar. Mereka yg meremehkan dan berlagak asing di negeri sendiri

Lawan! Lawanlah mereka dengan kasihsayang, dengan akhlak Nabi-nabi! Allah memberkahi kalian…

Sumber : Twitter Gus Mus

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Semoga para Pemuda Indonesia semakin bangga dengan Negerinya Indonesia.

Jangan Ada Kultwit Di Antara Kita

Kultwit singkatan dari Kuliah Twitter kalau saya tidak salah ya hahaha :), yang pasti intinya adalah memberikan semacam kuliah atau penjelasan tentang sesuatu melalui media sosial yang bernama twitter. Lalu kenapa saya tidak menyukai kultwit ini? apa pentingnya? tidak penting sih memang hahaha karena ini hanya opini pribadi saya saja, sangat subyektif oke.

Langsung saja ke poinnya kenapa saya tidak terlalu menyukai yang namanya kultwit ini, pertama karena memang twitter yang didesain bukan untuk memberikan suatu penjelasan yang panjang dan mendetail. Twitter dibuat hanya untuk 140 karakter jadi kalau mau nulis panjang dan dan kemungkinan akan lebih dari 140 karakter yang jangan pakai twitter :).

Continue reading “Jangan Ada Kultwit Di Antara Kita”